KISARAN - Diperkirakan sebanyak 48 warga Dusun 3, 4, 5 Desa Lubuk Palas dan beberapa warga Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman di Kabupaten Asahan keracunan makanan.Diduga keracunan setelah menyantap makanan bancaan (nasi syukuran) dari salah satu keluarga atas kelahiran putranya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga mengungkapkan, 21 korban dibawa ke IGD RS HAM Kisaran pada Sabtu (7/12/2919) pukul 20.48 WIB. Sisanya dirawat di Puskesmas Binjai Serbangan Kecamaran Air Joman dan Puskesmas Lubuk Palas.
“Diperkirakan korban keracunan mencapai 48 orang lebih. Bumil (ibu hamil) 4 orang, balita 6 orang, remaja 13 orang, dewasa 25 orang,” kata Khaidir, Minggu (8/12/2019).
Dijelaskannya, keracunan ini berawal ketika salah satu warga mengadakan syukuran kelahiran putranya. Syukuran itu berlangsung pada Jumat (6/12/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.
“Gejala keracunan yang diduga dari makanan bancaan. Mulai dirasakan warga pukul 23.00 WIB, karena larut malam banyak warga yang menahan efek keracunan dan menyangka sakit perut dan pusing biasa,” terangnya.
Di siang hari, warga yang masih merasa mules dan pusing berobat ke tenaga medis yang ada di sekitar Desa. Namun hingga Sabtu, 7 Des 2019 pukul 18.00wib, warga yang keracunan melaporkan ke Kades Lubuk Palas, dan Kades meneruskan laporan ke Camat Silau Laut sembari mendata dan mensegerakan evakuasi warga menuju Puskesmas terdekat dan RSUD HAMS Kisaran.
BPBD Kabuapten Asahan dibantu OPD terkait dan Forkopimcam Kecamatan Silau Laut mengidentifikasi dan mengevakuasi korban di Puskesmas Lubuk Palas (3 org), Puskesmas Binjai Serbangan (24 org), RSUD HAMS Kisaran (21 org).
Diantara korban 7 org PAPS dari RSUD HAMS Kisaran, 2 org PAPS dari Puskesmas Binjai Serbangan, dan 3 org rawat jalan di Puskesmas Lubuk Palas.
Warga yang terdampak keracunan sebagian masih dalam observasi dan perawatan intensif di ketiga fasilitas kesehatan tersebut di atas. Dan sebagian sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing.keracunan, demikian disampaikan Pusdalopsdatinmas PB Asahan.(SBB/MSC)
Sekretaris BPBD Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga mengungkapkan, 21 korban dibawa ke IGD RS HAM Kisaran pada Sabtu (7/12/2919) pukul 20.48 WIB. Sisanya dirawat di Puskesmas Binjai Serbangan Kecamaran Air Joman dan Puskesmas Lubuk Palas.
“Diperkirakan korban keracunan mencapai 48 orang lebih. Bumil (ibu hamil) 4 orang, balita 6 orang, remaja 13 orang, dewasa 25 orang,” kata Khaidir, Minggu (8/12/2019).
Dijelaskannya, keracunan ini berawal ketika salah satu warga mengadakan syukuran kelahiran putranya. Syukuran itu berlangsung pada Jumat (6/12/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.
“Gejala keracunan yang diduga dari makanan bancaan. Mulai dirasakan warga pukul 23.00 WIB, karena larut malam banyak warga yang menahan efek keracunan dan menyangka sakit perut dan pusing biasa,” terangnya.
Di siang hari, warga yang masih merasa mules dan pusing berobat ke tenaga medis yang ada di sekitar Desa. Namun hingga Sabtu, 7 Des 2019 pukul 18.00wib, warga yang keracunan melaporkan ke Kades Lubuk Palas, dan Kades meneruskan laporan ke Camat Silau Laut sembari mendata dan mensegerakan evakuasi warga menuju Puskesmas terdekat dan RSUD HAMS Kisaran.
BPBD Kabuapten Asahan dibantu OPD terkait dan Forkopimcam Kecamatan Silau Laut mengidentifikasi dan mengevakuasi korban di Puskesmas Lubuk Palas (3 org), Puskesmas Binjai Serbangan (24 org), RSUD HAMS Kisaran (21 org).
Diantara korban 7 org PAPS dari RSUD HAMS Kisaran, 2 org PAPS dari Puskesmas Binjai Serbangan, dan 3 org rawat jalan di Puskesmas Lubuk Palas.
Warga yang terdampak keracunan sebagian masih dalam observasi dan perawatan intensif di ketiga fasilitas kesehatan tersebut di atas. Dan sebagian sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing.keracunan, demikian disampaikan Pusdalopsdatinmas PB Asahan.(SBB/MSC)