MEDIASELEKTIF.COM - Industri semen merupakan industri strategis yang menjadi prioritas untuk mendorong akselerasi pembangunan Nasional khususnya pada era revolusi industri 4.0. Industri ini mengedepankan sistem otomasi dalam proses produksi sehingga banyak dilahirkan inovasi dalam bidang teknologi yang membuat industri semen menjadi lebih efisien dalam hal waktu dan biaya sehingga meningkatkan pendapatan.
Demikian Ketua Panitia Seminar “Implementasi Green Processing pada Industri Semen di Era Revolusi Industri 4.0" Erni Misran ST MT PhD kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/9/2019).
Dikatakannya, selama ini industri semen identik dengan industri yang menyumbang emisi dan limbah berupa debu. Namun kesan tersebut telah bergeser saat ini karena industri terutama di bawah PT Semen Indonesia telah menerapkan menjadi industri pengolah limbah program Eco-Innovation melalui upaya optimasi dan penerapan green processing dalam seluruh daur hidup produk.
Untuk itu, Departemen Teknik Kimia USU menyelenggarakan Seminar “Implementasi Green Processing pada Industri Semen di Era Revolusi Industri 4.0” di aula Fakultas Teknik USU, Rabu (4/9/2019).
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara pada Lustrum VIII Teknik Kimia USU yang bertepatan dengan Lustrum XII Fakultas Teknik USU.
Seminar ini dihadiri para undangan yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris Program Studi S1, S2, dan S3 di lingkungan Fakultas Teknik USU, Ir Sanjaya Aryatnie MT Direktur PT. Pangeran Beton Nusantara, staf Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Kepala dan staf Laboratorium Bahan dan Rekayasa Beton Teknik Sipil USU, para dosen Teknik Kimia USU, dosen Teknik Sipil dari Universitas Negeri Medan dan Politeknik Negeri Medan, serta 200 orang mahasiswa dari Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Teknik Elektro USU.
Ketua Panitia Erni Misran mengatakan seminar ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemahaman tentang Green Processing pada industri semen di era revolusi industri 4.0 serta upaya implementasi di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mendapat pengetahuan tentang pentingnya penerapan konsep industri hijau untuk kesinambungan industri masa yang akan datang dan sebagai prasyarat dalam mendukung terwujudnya industri hijau (Green Industry).
Tiga pembicara
Kegiatan dibuka Dekan Fakultas Teknik USU Ir. Seri Maulina MSi PhD ini menampilkan tiga pembicara dengan dipandu Bode Haryanto ST MT PhD sebagai moderator yakni General Manager PT Solusi Bangun Andalas di Aceh Besar Durain Parmanoan ST MT AFR Platform and Operation Superintendent di PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Picky Yanuar Isharwansa ST, Suhartoyo ST merupakan Lead Team di Laboratory Equipment Maintenance PT SBI sejak 2001 yang juga alumni Teknik Kimia USU Angkatan 1988.
Dalam paparannya, Durain yang juga alumni Teknik Kimia USU Angkatan 1987 ini menyampaikan tentang gambaran umum perusahaan PT Semen Indonesia produksinya mencapai 53 juta ton pertahun dengan berbagai merk yaitu Semen Andalas, Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa.
Panitia mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada PT Solusi Bangun Indonesia dan PT Pangeran Beton Nusantara telah mensponsori penyelenggaraan seminar ini. Semoga memberikan wawasan pengetahuan dan kepedulian untuk mewujudkan langkah pelestarian lingkungan hidup. Juga lebih mencintai produk dalam negeri.(Irn/MS)
Demikian Ketua Panitia Seminar “Implementasi Green Processing pada Industri Semen di Era Revolusi Industri 4.0" Erni Misran ST MT PhD kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/9/2019).
Untuk itu, Departemen Teknik Kimia USU menyelenggarakan Seminar “Implementasi Green Processing pada Industri Semen di Era Revolusi Industri 4.0” di aula Fakultas Teknik USU, Rabu (4/9/2019).
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara pada Lustrum VIII Teknik Kimia USU yang bertepatan dengan Lustrum XII Fakultas Teknik USU.
Seminar ini dihadiri para undangan yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris Program Studi S1, S2, dan S3 di lingkungan Fakultas Teknik USU, Ir Sanjaya Aryatnie MT Direktur PT. Pangeran Beton Nusantara, staf Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Kepala dan staf Laboratorium Bahan dan Rekayasa Beton Teknik Sipil USU, para dosen Teknik Kimia USU, dosen Teknik Sipil dari Universitas Negeri Medan dan Politeknik Negeri Medan, serta 200 orang mahasiswa dari Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Teknik Elektro USU.
Ketua Panitia Erni Misran mengatakan seminar ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemahaman tentang Green Processing pada industri semen di era revolusi industri 4.0 serta upaya implementasi di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mendapat pengetahuan tentang pentingnya penerapan konsep industri hijau untuk kesinambungan industri masa yang akan datang dan sebagai prasyarat dalam mendukung terwujudnya industri hijau (Green Industry).
Tiga pembicara
Kegiatan dibuka Dekan Fakultas Teknik USU Ir. Seri Maulina MSi PhD ini menampilkan tiga pembicara dengan dipandu Bode Haryanto ST MT PhD sebagai moderator yakni General Manager PT Solusi Bangun Andalas di Aceh Besar Durain Parmanoan ST MT AFR Platform and Operation Superintendent di PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Picky Yanuar Isharwansa ST, Suhartoyo ST merupakan Lead Team di Laboratory Equipment Maintenance PT SBI sejak 2001 yang juga alumni Teknik Kimia USU Angkatan 1988.
Dalam paparannya, Durain yang juga alumni Teknik Kimia USU Angkatan 1987 ini menyampaikan tentang gambaran umum perusahaan PT Semen Indonesia produksinya mencapai 53 juta ton pertahun dengan berbagai merk yaitu Semen Andalas, Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa.
Panitia mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada PT Solusi Bangun Indonesia dan PT Pangeran Beton Nusantara telah mensponsori penyelenggaraan seminar ini. Semoga memberikan wawasan pengetahuan dan kepedulian untuk mewujudkan langkah pelestarian lingkungan hidup. Juga lebih mencintai produk dalam negeri.(Irn/MS)